Liburan yang seharusnya menjadi momen indah justru berubah menjadi pengalaman tak terlupakan bagi rombongan Turis Thailand yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo. Di tengah pesona matahari terbit dan lanskap pegunungan yang memukau, mereka justru harus menghadapi kenyataan pahit: tujuh koper dan tas milik rombongan hilang dicuri. Total kerugian yang dialami ditaksir mencapai lebih dari Rp108 juta.
Peristiwa ini pun langsung menjadi perhatian publik dan viral di media sosial, mengingat Bromo merupakan salah satu destinasi unggulan Indonesia yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.
Kronologi Hilangnya Koper di Area Parkir
Berangkat Dini Hari Menuju Gunung Bromo
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (15/2) di kawasan wisata Gunung Bromo, tepatnya di wilayah Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Rombongan wisatawan asal Thailand berangkat sekitar pukul 01.30 WIB dari Hotel Goya menggunakan mobil Toyota Hiace yang dikemudikan seorang sopir lokal.
Sekitar pukul 03.00 WIB, mereka tiba di pintu masuk Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Untuk menjangkau spot wisata utama, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan dua unit jeep khusus wisata Bromo. Sementara itu, seluruh koper dan tas milik rombongan ditinggalkan di dalam mobil Hiace yang diparkir di Desa Wonotoro, di sisi barat Museum Tengger.
Barang Hilang Saat Kembali dari Wisata
Sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan turun dari kawasan Bromo dan kembali menuju lokasi parkir. Namun, pada pukul 08.00 WIB, mereka dikejutkan oleh kondisi mobil yang sudah dalam keadaan tidak seperti semula.
Tujuh koper dan tas yang sebelumnya berada di dalam kendaraan dilaporkan hilang. Sopir juga mendapati anak kunci pintu depan sebelah kanan dalam kondisi rusak, diduga akibat upaya paksa oleh pelaku pencurian.
Salah satu anggota rombongan sempat mencoba melacak perangkat GPS yang diletakkan di dalam tas. Sinyal terakhir terdeteksi di wilayah Jalan Pesona Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Bersama petugas kepolisian, korban melakukan penyisiran ke lokasi tersebut, tetapi barang-barang yang hilang belum berhasil ditemukan.
Rincian Kerugian yang Dialami Korban
Perangkat Elektronik dan Barang Pribadi Ikut Raib
Korban utama diketahui bernama Kanthima (53), warga Bangkok, Thailand. Ia melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo pada Minggu sore sekitar pukul 18.30 WIB.
Total kerugian yang dialami rombongan Turis Thailand ini ditaksir mencapai Rp108.368.200. Nilai tersebut berasal dari sejumlah barang berharga yang berada di dalam koper dan tas yang hilang.
Beberapa di antaranya meliputi kamera Ricoh GR IV senilai lebih dari Rp26 juta, iPhone 13 Pro, iPad Air 5, Redmi Note 15, uang tunai jutaan rupiah, serta berbagai pakaian dan perlengkapan pribadi. Ada pula tas berisi perlengkapan make up dan dokumen penting lainnya.
Kerugian materiil ini tentu bukan jumlah kecil, terlebih bagi wisatawan yang tengah menikmati perjalanan lintas negara.
Polisi Jadikan Kasus Ini Atensi Utama
Imbauan untuk Tidak Meninggalkan Barang Berharga
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, menyampaikan bahwa pihaknya menjadikan kasus ini sebagai prioritas penanganan. Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk segera mengungkap pelaku pencurian yang merugikan wisatawan mancanegara tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau para wisatawan, baik domestik maupun asing, agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan tanpa pengawasan, terutama di lokasi wisata yang ramai.
Kasus yang menimpa rombongan Turis Thailand ini menjadi pengingat penting bahwa aspek keamanan harus menjadi perhatian bersama. Destinasi wisata sekelas Bromo memang menawarkan keindahan alam luar biasa, tetapi kewaspadaan tetap perlu dijaga.
Citra Pariwisata dan Harapan ke Depan
Kejadian ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola wisata dan aparat keamanan setempat. Gunung Bromo selama ini dikenal sebagai magnet wisata Jawa Timur yang menarik ribuan pengunjung setiap tahun, termasuk wisatawan mancanegara.
Peristiwa pencurian terhadap Turis Thailand tersebut diharapkan dapat segera terungkap agar tidak mencoreng citra pariwisata Indonesia. Keamanan dan kenyamanan wisatawan merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik internasional.
Dengan langkah cepat dari aparat serta peningkatan sistem keamanan di area parkir dan titik transit wisata, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca Juga Artikel:
Kafe Hidden Gem di Karet: at home & Dessert Less Sugar