Periode Libur Imlek tahun ini menjadi salah satu momen perjalanan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Tambahan satu hari cuti membuat jutaan warga China memanfaatkan kesempatan untuk bepergian, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.
Fenomena ini bukan sekadar tradisi mudik tahunan, tetapi juga menjadi indikator kebangkitan sektor pariwisata regional. Sejumlah negara mencatat lonjakan pemesanan signifikan, sementara ada pula destinasi yang justru kehilangan daya tariknya.
Lonjakan Perjalanan Selama Libur Panjang
Tahun ini, masa libur berlangsung sembilan hari, lebih panjang dari biasanya. Pemerintah China memperkirakan total perjalanan penumpang selama periode puncak 40 hari mencapai sekitar 9,5 miliar perjalanan.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tambahan hari libur dinilai mendorong masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih jauh dan lebih lama.
Mobilitas Besar-Besaran di Dalam dan Luar Negeri
Tradisi mudik tetap menjadi prioritas utama. Namun, minat wisata ke luar negeri juga meningkat tajam.
Banyak keluarga memanfaatkan Libur Imlek untuk beristirahat dari rutinitas, terutama setelah menghadapi tekanan ekonomi domestik dan dinamika pasar kerja dalam beberapa waktu terakhir.
Thailand Kembali Jadi Primadona
Di antara berbagai destinasi, Thailand kembali menempati posisi teratas. Cuaca hangat menjadi alasan utama, terutama ketika sebagian besar wilayah China masih diselimuti musim dingin.
Pantai tropis, kuliner khas, serta kemudahan akses membuat negara ini konsisten menjadi pilihan favorit wisatawan.
Faktor Cuaca dan Aksesibilitas
Selain iklim yang bersahabat, konektivitas penerbangan juga mendukung. Maskapai dan agen perjalanan melaporkan peningkatan pemesanan paket wisata ke Bangkok dan kota-kota wisata lainnya.
Kombinasi harga relatif terjangkau dan pengalaman wisata lengkap membuat Thailand unggul dibandingkan destinasi lain di kawasan Asia.
Rusia dan Eropa Utara Naik Daun
Selain Asia Tenggara, Rusia mencatat kenaikan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan China. Peningkatan pemesanan bahkan disebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tren serupa juga terlihat pada rute menuju Eropa Utara.
Dampak Kebijakan Bebas Visa
Kebijakan bebas visa yang diberlakukan Moskow sejak akhir tahun lalu menjadi faktor pendorong utama. Kemudahan administrasi perjalanan memberi rasa praktis dan aman bagi wisatawan.
Dengan kebijakan tersebut, pengamat memperkirakan arus wisata ke Rusia masih akan terus meningkat sepanjang tahun.
Australia dan Korea Selatan Ikut Terdongkrak
Platform perjalanan internasional melaporkan lonjakan signifikan untuk destinasi jarak jauh. Kunjungan ke Australia, misalnya, disebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Korea Selatan juga tetap menjadi pilihan populer, terutama bagi wisatawan yang tertarik pada budaya pop, belanja, dan wisata kuliner.
Wisata sebagai Pelepas Penat
Di tengah ketidakpastian ekonomi, bepergian menjadi cara bagi sebagian masyarakat untuk menyegarkan pikiran. Momentum Libur Imlek dimanfaatkan sebagai waktu berkualitas bersama keluarga sekaligus berlibur.
Tren ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata internasional kembali mendapatkan momentum pertumbuhan yang kuat.
Jepang Kehilangan Pamor
Tidak semua negara menikmati lonjakan wisata. Jepang justru mengalami penurunan minat yang cukup tajam.
Data industri penerbangan menunjukkan penurunan signifikan pada rute China–Jepang dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, puluhan rute yang sebelumnya aktif dilaporkan dibatalkan.
Pengaruh Faktor Politik
Ketegangan politik antara kedua negara diduga memengaruhi keputusan wisatawan. Padahal sebelumnya Jepang termasuk destinasi favorit saat musim perayaan Tahun Baru Imlek.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa dinamika geopolitik dapat berdampak langsung pada arus pariwisata.
Dampak pada Industri Penerbangan
Kapasitas kursi penerbangan internasional selama musim liburan dilaporkan meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun lalu.
Kenaikan ini mencerminkan optimisme maskapai terhadap permintaan pasar. Dengan tingginya mobilitas selama Libur Imlek, sektor penerbangan dan perhotelan diprediksi mencatat pertumbuhan signifikan.
Libur panjang tahun ini menjadi momentum penting bagi industri pariwisata global. Thailand, Rusia, Australia, dan Korea Selatan tampil sebagai destinasi unggulan, sementara Jepang menghadapi tantangan penurunan minat.
Lonjakan perjalanan selama Libur Imlek menunjukkan betapa kuatnya tradisi dan kebutuhan masyarakat untuk bepergian. Dengan dukungan kebijakan visa dan konektivitas yang baik, tren wisata internasional diperkirakan akan terus berkembang sepanjang tahun.
Baca Juga Artikel:
5 Coffee Shop Cozy dan Hidden di Dago Bandung