Aktivitas penerbangan di Bandara Supadio Pontianak mulai berangsur membaik setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat mengganggu operasional pada 3–4 September 2026. Kondisi jarak pandang yang sebelumnya berubah-ubah kini mulai meningkat sehingga sejumlah penerbangan Lion Air Group kembali dapat diberangkatkan.
PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports memastikan situasi di terminal tetap tertib dan aman. Penumpang yang sebelumnya tertahan juga mulai mendapatkan kepastian mengenai perjalanan mereka.
Sejumlah Penumpang Sudah Diberangkatkan
PGS General Manager Bandara Supadio Mohamad Arifin menjelaskan bahwa sebagian penumpang Lion Air Group yang sebelumnya belum dapat berangkat telah dilayani setelah kondisi visibility membaik.
Sementara itu, penumpang lainnya mendapatkan sejumlah pilihan dari maskapai, termasuk pengembalian dana atau refund tiket sesuai kebijakan yang berlaku.
Kabut Asap Membuat Jarak Pandang Berubah Cepat
Gangguan penerbangan terjadi karena kabut asap karhutla menyebabkan jarak pandang di sekitar bandara sangat dinamis. Kondisinya dapat berubah dalam waktu singkat sehingga memengaruhi keputusan operasional penerbangan.
Keselamatan Menjadi Pertimbangan Utama
Pada periode tertentu, jarak pandang masih memungkinkan pesawat melakukan lepas landas maupun pendaratan. Namun, beberapa waktu kemudian kondisinya dapat menurun hingga penerbangan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
Situasi tersebut membuat operasional penerbangan harus terus dipantau. Pesawat yang sedang menuju Pontianak dapat menghadapi kendala ketika hendak mendarat, sedangkan pesawat yang sudah berada di bandara juga mungkin harus menunggu sampai kondisi kembali aman.
Terminal Dibuka 24 Jam untuk Penumpang Terdampak
Sebagai langkah mitigasi, pengelola Bandara Supadio membuka terminal penumpang selama 24 jam. Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi calon penumpang Lion Air Group yang mengalami penundaan atau pembatalan untuk tetap berada di terminal sambil menunggu informasi terbaru.
Baca Juga Artikel:
Review Slot Queen of Bounty Hari Ini
Fasilitas Disiapkan untuk Penumpang
Pihak bandara menyediakan fasilitas yang tersedia di terminal, termasuk air minum kemasan bagi penumpang yang harus menunggu lebih lama.
Personel dan manajemen bandara juga turut mendampingi para penumpang selama berada di terminal. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap tertib sekaligus memberikan rasa aman selama menunggu kepastian penerbangan.
17 Penerbangan Sempat Dibatalkan
Gangguan akibat kabut asap cukup berdampak pada jadwal penerbangan. Pada 3 September 2026, tercatat sebanyak 17 penerbangan Lion Air Group dibatalkan karena jarak pandang di sekitar bandara berada pada kondisi yang tidak mendukung operasional.
Namun, ketika jarak pandang kembali meningkat, beberapa penerbangan mulai dapat diberangkatkan.
Empat Penerbangan Kembali Beroperasi
Setidaknya empat penerbangan berhasil berangkat ketika kondisi memungkinkan. Penerbangan tersebut meliputi Lion Air JT 837 dengan rute Pontianak–Surabaya, Super Air Jet IU 697 menuju Jakarta, Lion Air JT 989 menuju Batam, serta Super Air Jet IU 681 menuju Jakarta.
Kembalinya sejumlah penerbangan menjadi tanda bahwa aktivitas operasional mulai bergerak setelah sebelumnya terdampak kondisi udara.
Penumpang Diminta Terus Memantau Informasi
Meski kondisi mulai membaik, perubahan jarak pandang tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Karena itu, calon penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal awal ketika hendak melakukan perjalanan.
Informasi dari Maskapai Penting Diperhatikan
InJourney Airports mengimbau maskapai untuk memberikan informasi terbaru kepada calon penumpang secepat mungkin apabila terdapat perubahan jadwal atau status penerbangan.
Calon penumpang juga diminta memeriksa informasi melalui berbagai saluran resmi yang disediakan oleh maskapai. Langkah sederhana tersebut dapat membantu penumpang mengetahui apakah penerbangan tetap berjalan, mengalami penundaan, atau dibatalkan.
Operasional Dipantau Secara Berkala
Pihak pengelola terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional. Keputusan mengenai keberangkatan maupun kedatangan pesawat tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, terutama faktor jarak pandang dan keselamatan penerbangan.
Dengan kondisi Bandara Supadio yang mulai lebih kondusif dan sejumlah penerbangan kembali berjalan, aktivitas perjalanan udara dari Pontianak perlahan berangsur normal. Namun, calon penumpang tetap perlu mengikuti informasi terbaru karena kondisi kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu.