Jakarta – Gangguan penerbangan membuat sebagian masyarakat mencari alternatif perjalanan melalui jalur darat. Kondisi tersebut direspons PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan melakukan penambahan kapasitas kereta api pada sejumlah perjalanan, Senin (7/9/2026).
Langkah ini dilakukan ketika sejumlah bandara mengalami penutupan operasional akibat kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dengan kapasitas tambahan, masyarakat memiliki pilihan perjalanan lain ketika jadwal penerbangan mengalami perubahan atau pembatalan.
KAI Menyesuaikan Kapasitas Perjalanan
Penambahan rangkaian dilakukan sesuai kebutuhan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau kondisi perjalanan dan kebutuhan pelanggan. Penyesuaian rangkaian dilakukan untuk memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi antarkota.
Menurut Anne, penambahan kapasitas kereta api mencakup berbagai kelas, mulai dari ekonomi hingga eksekutif. Sarana yang digunakan juga meliputi kereta Stainless Steel New Generation dan New Image yang dirancang memberikan kenyamanan selama perjalanan.
“KAI terus memantau kebutuhan perjalanan pelanggan dan melakukan penyesuaian kapasitas layanan berdasarkan kondisi operasional di lapangan,” ujar Anne dalam keterangan yang diterima detikTravel.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di tengah situasi transportasi yang sedang terdampak.
Daftar Kereta yang Mendapat Tambahan
KA Anggrek hingga Gumarang
Salah satu perjalanan yang mendapatkan penambahan rangkaian adalah KA 2B Anggrek dengan rute Gambir-Surabaya Pasarturi. Kapasitasnya ditambah menjadi sembilan kereta eksekutif menggunakan sarana Eksekutif Stainless Steel New Generation.
Selain itu, KA 204 Tegal Bahari relasi Pasarsenen-Tegal dan KA 203 Tegal Bahari relasi Tegal-Pasarsenen juga memperoleh tambahan kapasitas.
KA 164A Gumarang dengan rute Pasarsenen-Surabaya Pasarturi turut mendapatkan penyesuaian. Rangkaian tersebut terdiri dari empat kereta eksekutif dan tujuh kereta ekonomi dengan sarana Stainless Steel New Generation.
Layanan Gunung Jati ikut diperkuat
KAI juga menambah kapasitas pada perjalanan KA 117B, 118B, 119B, dan 120B Gunung Jati.
Rangkaian Gunung Jati diperkuat menjadi lima kereta eksekutif dan lima kereta ekonomi menggunakan sarana Eksekutif dan Ekonomi New Image.
Dengan tambahan tersebut, masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan kursi pada beberapa rute yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan.
Baca Juga Artikel:
Teknik Naik Bet: Cara Mengatur Taruhan Slot Bertahap
Jalur Kereta Jadi Alternatif Saat Penerbangan Terganggu
Mobilitas masyarakat tetap berjalan
Gangguan penerbangan dapat memengaruhi rencana perjalanan, terutama bagi penumpang yang memiliki jadwal penting. Karena itu, moda transportasi darat menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan sesuai tujuan perjalanan.
Dalam situasi seperti ini, penambahan kapasitas kereta api dapat membantu mengakomodasi masyarakat yang membutuhkan perjalanan antarkota.
KAI memastikan kesiapan layanan dilakukan melalui pengaturan sarana, prasarana, serta operasional perjalanan. Pengawasan juga dilakukan agar perjalanan tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
Imbauan KAI kepada Pelanggan
Periksa tiket dan jadwal sebelum berangkat
KAI mengingatkan calon penumpang untuk mempersiapkan perjalanan sejak awal. Pelanggan disarankan memastikan jadwal keberangkatan dan ketersediaan tiket sebelum menuju stasiun.
Informasi terbaru dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun kanal informasi resmi lainnya. Langkah ini penting karena kondisi operasional dapat berubah mengikuti situasi di lapangan.
Pelanggan juga diminta datang lebih awal ke stasiun dan mengikuti arahan petugas agar proses keberangkatan berjalan tertib.
Perhatikan Kondisi Udara Selama Perjalanan
Masker dapat digunakan bila diperlukan
Selain persoalan transportasi, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau juga membuat kondisi kualitas udara perlu diperhatikan. KAI mengimbau pelanggan menjaga kesehatan selama melakukan perjalanan.
Penggunaan masker dapat dipertimbangkan, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap abu vulkanik atau kualitas udara di wilayah yang terdampak.
Pada akhirnya, penambahan kapasitas kereta api menunjukkan bagaimana layanan transportasi darat dapat beradaptasi ketika terjadi perubahan kondisi perjalanan. Masyarakat tetap perlu mengikuti informasi resmi sebelum berangkat agar dapat menentukan pilihan transportasi dengan lebih aman dan nyaman.