Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah – Kabut asap Pangkalan Bun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas transportasi udara. Kondisi udara yang memburuk membuat sejumlah penerbangan dari Bandara Iskandar terpaksa batal demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Dua maskapai, NAM Air dan Batik Air, telah menetapkan pembatalan penerbangan dengan periode berbeda. Situasi ini membuat masyarakat yang berencana bepergian dari Pangkalan Bun perlu memastikan kembali jadwal perjalanan mereka.
NAM Air dan Batik Air Batalkan Sejumlah Penerbangan
Gangguan penerbangan terjadi setelah kabut asap menyelimuti kawasan Bandara Iskandar, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut memengaruhi jarak pandang yang menjadi salah satu faktor penting dalam operasional pesawat.
NAM Air menetapkan pembatalan penerbangan dari Pangkalan Bun selama lima hari, mulai 16 hingga 20 Oktober 2026. Sementara itu, Batik Air membatalkan sejumlah penerbangan pada 16–17 Oktober 2026.
Perbedaan periode pembatalan tersebut perlu menjadi perhatian calon penumpang. Pasalnya, setiap maskapai memiliki jadwal dan kebijakan penanganan perjalanan yang dapat berbeda.
Selain itu, pembatalan tidak selalu berarti seluruh penerbangan akan berhenti hingga tanggal yang sama. Perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang tetap menjadi pertimbangan sebelum operasional kembali berjalan.
Kabut Asap Pangkalan Bun Membatasi Aktivitas Bandara
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, membenarkan adanya gangguan operasional akibat kondisi udara yang belum memungkinkan.
“Betul, belum operasi karena kabut asap,” ujar Asri saat memberikan konfirmasi pada Kamis (15/10/2026), sebagaimana dilaporkan detikKalimantan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Petugas bandara tidak dapat mengabaikan kondisi jarak pandang ketika menentukan kelayakan operasional pesawat.
Mengapa Kabut Asap Berbahaya bagi Penerbangan?
Kabut asap dapat mengurangi kemampuan pilot melihat landasan dan lingkungan sekitar bandara. Kondisi ini terutama memengaruhi fase lepas landas serta pendaratan yang membutuhkan pengamatan dan prosedur keselamatan ketat.
Selain jarak pandang, petugas juga mempertimbangkan informasi cuaca serta ketentuan operasional penerbangan. Oleh karena itu, maskapai dapat menunda atau membatalkan jadwal ketika kondisi belum memenuhi persyaratan keselamatan.
Keputusan tersebut memang dapat mengganggu rencana perjalanan. Namun, langkah pencegahan tetap diperlukan untuk mengurangi risiko selama penerbangan berlangsung.
Baca Juga Artikel:
Tips Memilih Dekorasi Dinding untuk Setiap Ruangan
Penumpang Diminta Memastikan Jadwal Sebelum ke Bandara
Pembatalan penerbangan membuat calon penumpang perlu mengambil langkah antisipasi. Mereka sebaiknya tidak langsung menuju bandara tanpa mengetahui status terbaru penerbangannya.
Asri mengingatkan masyarakat agar memastikan jadwal perjalanan melalui informasi resmi maskapai. Dengan begitu, penumpang dapat menghindari perjalanan yang tidak diperlukan menuju bandara.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan calon penumpang antara lain:
- Menghubungi layanan pelanggan NAM Air atau Batik Air.
- Memeriksa informasi penerbangan melalui situs atau aplikasi resmi maskapai.
- Menyiapkan kode pemesanan untuk mempermudah pengecekan tiket.
- Menanyakan pilihan perubahan jadwal atau pengembalian dana sesuai ketentuan.
- Memantau informasi operasional terbaru dari Bandara Iskandar.
Selain itu, penumpang yang memiliki perjalanan lanjutan perlu memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal. Gangguan pada satu penerbangan dapat memengaruhi rencana perjalanan berikutnya.
Dampak Kebakaran Hutan terhadap Transportasi Udara
Kabut asap Pangkalan Bun memperlihatkan bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan. Aktivitas masyarakat juga dapat terganggu ketika asap menyebar ke kawasan permukiman dan fasilitas transportasi.
Transportasi udara memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat Kotawaringin Barat. Bandara Iskandar menjadi salah satu pintu penghubung wilayah tersebut dengan daerah lain.
Ketika penerbangan mengalami pembatalan, sebagian penumpang harus menyesuaikan kembali agenda perjalanan. Kondisi ini dapat memengaruhi perjalanan keluarga, pekerjaan, maupun kegiatan lainnya.
Di sisi lain, kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara. Masyarakat perlu mengikuti informasi dari instansi terkait, terutama ketika aktivitas luar ruangan meningkat.
Operasional Bergantung pada Kondisi Jarak Pandang
Hingga Kamis, 15 Oktober 2026, operasional penerbangan di Bandara Iskandar masih menghadapi kendala akibat kabut asap.
Belum ada kepastian dalam informasi yang tersedia mengenai waktu pemulihan seluruh layanan penerbangan. Kelanjutan operasional akan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan serta penilaian keselamatan penerbangan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap tanggal berakhirnya pembatalan sebagai jaminan seluruh penerbangan langsung kembali normal.
Kesimpulan
Gangguan akibat kabut asap Pangkalan Bun menyebabkan NAM Air membatalkan penerbangan pada 16–20 Oktober 2026. Sementara itu, Batik Air menetapkan pembatalan pada 16–17 Oktober 2026.
Kondisi jarak pandang yang belum mendukung menjadi alasan utama gangguan operasional Bandara Iskandar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi pertimbangan terpenting.
Bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan, pemeriksaan jadwal melalui kanal resmi maskapai merupakan langkah paling tepat. Terus ikuti perkembangan informasi penerbangan dan kondisi kabut asap agar perjalanan dapat direncanakan dengan lebih baik.