Fenomena pesawat gagal terbang kembali terjadi akibat cuaca ekstrem. Kali ini, Bandara Internasional Jeju di Korea Selatan lumpuh setelah salju lebat dan angin kencang memaksa ratusan penerbangan dibatalkan. Dampaknya cukup besar, karena ribuan penumpang terpaksa tertahan di pulau wisata tersebut tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
Pulau Jeju yang biasanya ramai wisatawan justru berubah menjadi lokasi penumpukan penumpang. Kondisi cuaca yang memburuk membuat otoritas bandara harus mengutamakan keselamatan penerbangan, meski konsekuensinya banyak pesawat gagal terbang dalam waktu bersamaan.
Operasional Bandara Jeju Terganggu Cuaca Ekstrem
Landasan Pacu Tidak Layak untuk Lepas Landas
Pihak operator Bandara Internasional Jeju menghentikan sementara operasional landasan pacu pada Minggu pagi waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah intensitas salju meningkat dan jarak pandang menurun drastis, sehingga risiko pesawat gagal terbang semakin tinggi.
Dari ratusan jadwal penerbangan yang tercatat, sebagian besar rute domestik terpaksa dibatalkan. Situasi ini membuat arus keluar-masuk penumpang terhenti dan menimbulkan kepadatan di area terminal bandara.
Ratusan Penerbangan Resmi Dibatalkan
Laporan media setempat menyebutkan bahwa rute penerbangan menuju Gimpo, Gimhae, Gwangju, Gunsan, hingga Yeosu termasuk yang paling terdampak. Beberapa pesawat bahkan harus dialihkan ke bandara lain karena kondisi cuaca di Jeju tidak memungkinkan untuk mendarat dengan aman.
Maskapai nasional pun mengambil langkah antisipasi dengan menunda proses boarding, guna menghindari risiko pesawat gagal terbang saat cuaca belum stabil.
Ribuan Penumpang Tertahan di Terminal Bandara
Fasilitas Darurat Disiapkan untuk Penumpang
Akibat banyaknya pesawat gagal terbang, sekitar 11.000 penumpang dilaporkan tertahan di Pulau Jeju. Pemerintah daerah bersama otoritas bandara langsung menyiapkan fasilitas darurat untuk membantu kebutuhan dasar penumpang.
Beberapa fasilitas yang disediakan meliputi:
- Ribuan selimut untuk menjaga suhu tubuh
- Kasur darurat bagi penumpang yang bermalam
- Air minum dan logistik pendukung lainnya
Langkah ini diambil agar kondisi penumpang tetap terjaga di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan.
Pembersihan Salju Terus Dilakukan
Petugas bandara mengerahkan kendaraan khusus untuk membersihkan salju di landasan pacu. Namun, meski pembersihan dilakukan secara intensif, operasional penerbangan belum bisa langsung normal.
Cuaca yang belum stabil membuat potensi pesawat gagal terbang masih cukup tinggi, sehingga jadwal penerbangan diperkirakan akan mengalami penyesuaian lanjutan.
Dampak Meluas ke Transportasi Laut dan Wisata
Kapal Penumpang Dihentikan Sementara
Cuaca ekstrem tidak hanya memicu pesawat gagal terbang, tetapi juga mengganggu jalur laut. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan gelombang tinggi, sehingga sebagian besar kapal penumpang yang menghubungkan Jeju dengan wilayah lain dihentikan sementara.
Keputusan ini diambil untuk mencegah risiko kecelakaan laut akibat badai dan kondisi perairan yang tidak bersahabat.
Aktivitas Wisata Ikut Terhenti
Selain transportasi, sektor pariwisata juga terkena dampak langsung. Seluruh jalur pendakian di Taman Nasional Hallasan ditutup demi keselamatan pengunjung. Penutupan ini membuat banyak wisatawan harus mengubah rencana perjalanan mereka.
Pemerintah daerah terus memantau situasi dan memastikan bantuan tersedia selama kondisi darurat berlangsung.
Imbauan Resmi untuk Penumpang
Pihak bandara mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari maskapai sebelum berangkat ke bandara. Selama cuaca ekstrem masih terjadi, risiko pesawat gagal terbang tetap ada dan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Penumpang juga disarankan menyiapkan rencana alternatif, termasuk akomodasi sementara, hingga kondisi penerbangan kembali normal.
Baca Juga Artikel:
Kulineran Kuningan Jawa Barat 5 Tempat Legendaris Wajib Coba