Keindahan alam Danau Baikal selama musim dingin selalu memikat wisatawan dari berbagai negara. Hamparan es jernih yang membentang luas kerap menjadi daya tarik utama, terutama bagi mereka yang ingin merasakan sensasi berjalan atau berkendara di atas danau beku.
Namun di balik panorama memukau itu, bahaya mengintai jika aturan keselamatan diabaikan. Sebuah insiden tragis kembali terjadi ketika tujuh turis asal Tiongkok dilaporkan tewas tenggelam setelah kendaraan yang mereka tumpangi jatuh ke dalam celah es.
Kronologi Insiden di Pulau Olkhon
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026, di wilayah utara Pulau Olkhon, tepatnya di kawasan Tanjung Khoboy. Rombongan wisatawan tersebut diketahui mengikuti tur yang dipandu warga lokal menggunakan mobil van jenis UAZ.
Saat melintasi permukaan es, kendaraan itu tiba-tiba terperosok ke celah dan tenggelam. Dari total sembilan orang di dalam mobil, satu turis berhasil menyelamatkan diri, sementara tujuh lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Jalan Es Belum Resmi Dibuka
Gubernur wilayah Irkutsk, Igor Kobzev, menyatakan bahwa jalur es menuju Pulau Olkhon pada tahun ini belum resmi dibuka untuk umum. Artinya, kendaraan yang melintas seharusnya tidak diizinkan beroperasi di area tersebut.
Laporan awal juga mengindikasikan bahwa tur tersebut diduga berjalan tanpa izin resmi. Jika benar, hal ini memperkuat dugaan adanya kelalaian serius dalam pengelolaan perjalanan wisata.
Status Danau dan Risiko Musim Dingin
Sebagai situs Warisan Dunia UNESCO di Siberia Timur, Danau Baikal dikenal sebagai danau terdalam dan tertua di dunia. Setiap musim dingin, permukaannya membeku antara Januari hingga April.
Lapisan esnya memang bisa sangat tebal, bahkan mampu menopang kendaraan berat saat kondisi benar-benar stabil. Namun ketebalan es tidak selalu merata, terutama di area tertentu yang rawan retakan alami.
Bahaya Celah Es yang Sulit Terlihat
Celah es sering kali tidak tampak jelas dari permukaan. Perubahan suhu mendadak atau tekanan berat kendaraan dapat memicu retakan yang berujung pada runtuhnya lapisan es.
Karena itulah otoritas setempat biasanya menetapkan jalur resmi yang telah diuji keamanannya sebelum dibuka untuk kendaraan.
Penyelidikan dan Respons Otoritas
Komite Investigasi Rusia segera membuka penyelidikan kriminal terkait dugaan pelanggaran keselamatan yang menyebabkan kematian para turis. Tim penyelam juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari dasar danau.
Konsulat Jenderal Tiongkok di Irkutsk telah diberi tahu mengenai insiden ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Mereka juga mengimbau warga negaranya untuk lebih berhati-hati saat mengikuti tur musim dingin.
Catatan Kecelakaan Sebelumnya
Insiden ini bukan yang pertama pada tahun 2026. Media lokal melaporkan bahwa setidaknya 11 wisatawan telah meninggal di Danau Baikal sepanjang tahun ini.
Pada akhir Januari, seorang turis juga tewas setelah kendaraan yang ditumpanginya terguling di atas permukaan es. Pengemudi saat itu dilaporkan ditangkap atas tuduhan pelanggaran keselamatan.
Pentingnya Kepatuhan dan Pengawasan
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap operator tur, khususnya di kawasan ekstrem seperti Siberia. Wisata musim dingin memang menawarkan pengalaman unik, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Penggunaan kendaraan berat di atas es yang belum dinyatakan aman berpotensi menimbulkan risiko besar, bukan hanya bagi wisatawan tetapi juga bagi pemandu.
Otoritas setempat kini diharapkan memperketat regulasi dan memastikan hanya jalur resmi yang boleh digunakan selama musim dingin.
Refleksi dari Tragedi
Keindahan Danau Baikal memang tak terbantahkan. Namun alam memiliki batas yang tidak boleh disepelekan. Insiden ini menjadi pengingat bahwa daya tarik wisata harus selalu diimbangi dengan kesadaran akan risiko.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung saat musim dingin, penting untuk memilih operator tur resmi dan mematuhi seluruh arahan keselamatan.
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam sekaligus pelajaran penting tentang tanggung jawab, baik bagi penyelenggara wisata maupun para pelancong.
Baca Juga Artikel:
7 Tempat Sahur Enak di Jakarta Buka 24 Jam