Bandara bukan lagi sekadar tempat transit, melainkan destinasi belanja yang menggiurkan. Dalam beberapa tahun terakhir, Turis China tercatat sebagai kelompok dengan pengeluaran terbesar di bandara-bandara Asia.
Fenomena ini menarik perhatian industri penerbangan dan ritel global. Di tengah pemulihan perjalanan internasional, kontribusi wisatawan asal Negeri Tirai Bambu justru melampaui ekspektasi.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa daya beli mereka menjadi motor penting kebangkitan ritel bandara di kawasan Asia-Pasifik.
Studi Internasional Ungkap Lonjakan Belanja
Temuan tersebut berasal dari laporan Airports Council International (ACI) Asia-Pacific & Middle East yang dirilis awal Februari 2026. Penelitian ini menganalisis pola belanja penumpang di puluhan bandara utama kawasan.
Pengeluaran Tertinggi Dibanding Negara Lain
Dalam periode pascapandemi, wisatawan asal China mencatat rata-rata pengeluaran per penumpang paling tinggi dibandingkan kewarganegaraan lain.
Menariknya, nilai belanja pulih lebih cepat daripada jumlah penumpang. Artinya, meskipun volume perjalanan belum sepenuhnya kembali seperti sebelum pandemi, nominal transaksi sudah melampaui level sebelumnya.
Rata-rata pembelian barang mewah bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan rata-rata regional.
Kategori Belanja Favorit di Bandara
Bandara modern kini menawarkan pengalaman ritel yang setara dengan pusat perbelanjaan premium. Hal ini dimanfaatkan maksimal oleh para pelancong.
Oleh-Oleh dan Makanan Manis Jadi Primadona
Dalam survei tersebut, sekitar 27% responden menyebut makanan manis sebagai pilihan utama untuk dibeli di bandara. Produk ini biasanya dijadikan oleh-oleh saat kembali ke tanah air.
Selain itu:
- 17% memilih produk lokal khas destinasi
- 12% membeli barang mewah seperti tas dan aksesori
- Sisanya tersebar pada kosmetik, parfum, dan suvenir premium
Keunikan pola ini menunjukkan bahwa keranjang belanja mereka cukup beragam dan tidak terpaku pada satu kategori saja.
Pasar Perjalanan Luar Negeri yang Terus Tumbuh
Lonjakan konsumsi ini mencerminkan kuatnya pasar perjalanan luar negeri China. Meski ekonomi domestik sempat melambat, minat bepergian tetap tinggi.
Laporan lembaga keuangan internasional memperkirakan nilai pasar perjalanan luar negeri China mencapai ratusan miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir dan berpotensi terus tumbuh hingga 2033.
Pertumbuhan tersebut memperkuat posisi Turis China sebagai salah satu kontributor terbesar industri pariwisata global.
Belanja Domestik di Bandara China Ikut Meningkat
Menariknya, peningkatan konsumsi tidak hanya terjadi di luar negeri. Di bandara domestik China, transaksi ritel juga menunjukkan tren positif.
Kebijakan Bebas Bea Dorong Transaksi
Perluasan kebijakan bebas bea disebut menjadi salah satu faktor pendorong. Banyak wisatawan memilih berbelanja di dalam negeri sebelum atau sesudah perjalanan internasional.
Data penelitian menunjukkan pengeluaran warga China di bandara domestik meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun 2019.
Meski tetap aktif berbelanja di luar negeri, sebagian besar transaksi kini semakin banyak terjadi di dalam negeri sendiri.
Faktor Perbedaan Pola Belanja
Analis penerbangan independen menilai perbedaan pola konsumsi juga dipengaruhi karakter penumpang.
Di bandara Barat, misalnya, terdapat lebih banyak pelancong rutin dengan pengeluaran relatif rendah. Sementara itu, wisatawan dari China yang bepergian ke luar negeri cenderung berbelanja lebih besar per kunjungan.
Faktor budaya memberi hadiah dan membeli oleh-oleh untuk keluarga turut memengaruhi nilai transaksi.
Dampak bagi Industri Ritel Bandara
Kebiasaan belanja ini menjadi sinyal positif bagi operator bandara dan peritel global. Strategi pemasaran kini banyak disesuaikan dengan preferensi wisatawan Asia.
Beberapa langkah yang mulai diterapkan antara lain:
- Menyediakan produk lokal premium
- Memperluas pilihan makanan ringan khas
- Meningkatkan layanan pembayaran digital
- Menambah staf yang menguasai bahasa Mandarin
Pendekatan tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong penjualan.
Peran Turis China dalam mendorong pemulihan ritel bandara Asia tidak bisa diabaikan. Tingginya daya beli serta preferensi belanja yang beragam membuat mereka menjadi segmen strategis bagi industri penerbangan dan pariwisata.
Dengan tren perjalanan global yang terus membaik, kontribusi mereka diperkirakan akan semakin besar dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi pelaku industri, memahami pola konsumsi ini bukan hanya soal angka, tetapi juga peluang jangka panjang di pasar wisata internasional.
Baca Juga Artikel:
7 Makanan Mahal yang Dulunya Santapan Rakyat