Jakarta – Perayaan Halloween di Eropa tidak hanya menawarkan pesta kostum dan wahana rumah hantu. Sejumlah pemakaman bersejarah justru menjadi tujuan wisata karena menyimpan kisah tokoh dunia, bangunan kuno, serta karya seni yang menarik untuk dijelajahi.
Tren wisata mengunjungi kompleks pemakaman dikenal dengan istilah graveyard tourism atau tombstone tourism. Aktivitas ini mengajak wisatawan mengenal sejarah suatu kota melalui makam tokoh penting, arsitektur, dan peninggalan budaya yang masih terawat.
Perusahaan penyedia layanan eSIM perjalanan, Saily, menyusun daftar 30 kota di Eropa yang memiliki pemakaman menarik melalui pemeringkatan Tombstone Tourism Index.
Penilaian tersebut mempertimbangkan lima aspek, mulai dari keberadaan makam tokoh terkenal, keindahan kawasan, nilai sejarah, jumlah pengunjung, hingga kemudahan akses transportasi dari pusat kota.
Mengutip Euronews pada Selasa (27/10/2026), Kepala Produk Saily, Matas Cenys, menilai pemakaman bersejarah menawarkan pengalaman yang berbeda dari atraksi Halloween pada umumnya.
Menurutnya, banyak wisatawan menghabiskan waktu untuk mengantre di wahana horor, padahal sejumlah kota memiliki pemakaman tua dengan arsitektur dan cerita sejarah yang tidak kalah menarik.
Ia juga menggambarkan kawasan pemakaman bersejarah sebagai museum terbuka yang menyimpan karya seni patung dan perjalanan hidup berbagai tokoh. Tempat-tempat tersebut dapat menjadi destinasi wisata sepanjang tahun, bukan hanya ketika Halloween tiba.
Berikut lima pemakaman bersejarah di Eropa yang dapat masuk dalam rencana perjalanan wisata Halloween.
1. Père Lachaise, Paris, Prancis
Paris memiliki salah satu kompleks pemakaman paling terkenal di dunia, yakni Père Lachaise. Kawasan seluas sekitar 44 hektare ini menampung puluhan ribu makam dengan bentuk monumen dan batu nisan yang beragam.
Père Lachaise menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh seni dan budaya internasional. Di antaranya komposer Frédéric Chopin, penyanyi Édith Piaf, penulis Oscar Wilde, serta vokalis The Doors, Jim Morrison.
Pengunjung dapat menyusuri jalan berbatu yang membelah kawasan pemakaman sambil mengamati patung, mausoleum, dan monumen dari berbagai periode.
Suasana kawasan yang dipenuhi pepohonan membuat Père Lachaise menarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah dan fotografi arsitektur.
Pemakaman ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Lokasinya juga dapat dijangkau menggunakan transportasi publik dari berbagai kawasan Paris.
2. Vår Frelsers Gravlund, Oslo, Norwegia
Norwegia memiliki Vår Frelsers Gravlund, sebuah pemakaman bersejarah yang berada tidak jauh dari pusat Kota Oslo.
Kawasan ini dikenal sebagai tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting dalam sejarah kebudayaan Norwegia.
Salah satunya adalah Henrik Ibsen, dramawan yang menghasilkan karya terkenal seperti A Doll’s House dan Hedda Gabler.
Pelukis Edvard Munch, pencipta karya The Scream, juga dimakamkan di kawasan tersebut. Selain itu, pengunjung dapat menemukan makam pelukis Christian Krohg.
Pemakaman ini memiliki jalur pejalan kaki yang tertata dengan deretan pepohonan dan monumen batu. Lingkungannya menawarkan suasana tenang di tengah kawasan perkotaan.
Lokasinya yang relatif dekat dengan pusat Oslo membuat Vår Frelsers Gravlund dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah Norwegia melalui tokoh-tokoh budayanya.
Baca Juga Artikel:
Perbedaan Interior Minimalis dan Modern untuk Rumah
3. Dean Cemetery, Edinburgh, Skotlandia
Edinburgh terkenal dengan bangunan tua, jalan berbatu, dan sejarah panjang yang melekat pada kawasan kotanya. Salah satu tempat yang mencerminkan karakter tersebut adalah Dean Cemetery.
Pemakaman bergaya Victoria ini berada di kawasan Dean, tidak jauh dari Sungai Water of Leith.
Berbeda dari tempat wisata yang mengandalkan atraksi buatan, Dean Cemetery menawarkan suasana melalui monumen batu, patung, dan ukiran makam dari abad ke-19.
Sejumlah tokoh Skotlandia memiliki hubungan dengan kawasan pemakaman ini, termasuk arsitek William Playfair dan pelukis Henry Raeburn.
Pengunjung dapat berjalan menyusuri jalur pemakaman sambil memperhatikan detail monumen yang mencerminkan gaya seni pada masa Victoria.
Pepohonan tua dan lingkungan yang relatif tenang menjadikan Dean Cemetery menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi sejarah Edinburgh.
4. Olšany Cemetery, Praha, Republik Ceko
Praha memiliki Olšany Cemetery, kompleks pemakaman yang terkenal dengan perpaduan arsitektur dan lanskap bersejarah.
Kawasan ini menampilkan berbagai bentuk batu nisan, patung, serta monumen yang mencerminkan perkembangan seni pemakaman selama beberapa abad.
Pengunjung dapat menemukan elemen arsitektur Barok dan Art Nouveau di sejumlah bagian kompleks.
Jalur setapak yang membelah kawasan pemakaman juga menghadirkan pemandangan khas, terutama ketika dedaunan mulai berubah warna pada musim gugur.
Salah satu tokoh terkenal yang dimakamkan di kompleks ini adalah Franz Kafka, penulis kelahiran Praha yang dikenal melalui karya The Metamorphosis dan The Trial.
Bagi penggemar sastra, keberadaan makam Kafka menjadi salah satu alasan untuk mengunjungi kawasan tersebut.
Olšany Cemetery menawarkan kesempatan mengenal sejarah Praha melalui peninggalan arsitektur dan tokoh budaya yang memiliki pengaruh internasional.
5. Highgate Cemetery, London, Inggris
Highgate Cemetery menjadi salah satu kompleks pemakaman bersejarah yang paling dikenal di London.
Tempat ini memiliki karakter arsitektur Gotik era Victoria dengan monumen batu besar, makam tua, dan sejumlah bangunan yang sebagian tertutup tanaman merambat.
Salah satu bagian yang terkenal adalah Egyptian Avenue, lorong dengan elemen arsitektur bergaya Mesir yang mengarah menuju kawasan makam.
Highgate juga menjadi tempat peristirahatan berbagai tokoh penting. Di antaranya filsuf Karl Marx, penulis George Eliot, penyair Christina Rossetti, serta ilmuwan Michael Faraday.
Keberadaan makam tokoh-tokoh tersebut membuat Highgate menarik bagi wisatawan yang memiliki minat terhadap sejarah, sastra, dan ilmu pengetahuan.
Berbeda dengan Père Lachaise, Highgate menerapkan tiket masuk bagi pengunjung umum. Beberapa area juga memiliki ketentuan kunjungan tersendiri.
Karena itu, wisatawan sebaiknya memeriksa jadwal operasional dan informasi tiket melalui situs resmi Highgate Cemetery sebelum datang.
Wisata Halloween dengan Pendekatan Sejarah dan Budaya
Mengunjungi pemakaman bersejarah memberikan pengalaman berbeda dibandingkan atraksi Halloween yang berfokus pada hiburan horor.
Wisatawan dapat mempelajari perjalanan hidup tokoh terkenal sekaligus melihat perkembangan arsitektur dan tradisi pemakaman di berbagai negara Eropa.
Musim gugur juga menghadirkan suasana khas melalui perubahan warna dedaunan dan cuaca yang semakin sejuk. Meski demikian, kondisi cuaca dan jam operasional setiap lokasi perlu diperhatikan.
Pengunjung tetap harus menghormati fungsi utama kawasan tersebut sebagai tempat peristirahatan terakhir. Hindari tindakan yang mengganggu ketenangan, merusak monumen, atau memasuki area yang memiliki pembatasan akses.
Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Eropa menjelang Halloween, kelima pemakaman tersebut dapat menjadi alternatif untuk mengenal sejarah kota melalui peninggalan yang masih terjaga.