Ramainya wisatawan asing yang datang untuk menikmati keindahan bawah laut Bali membawa dampak langsung bagi pekerja lokal. Di kawasan pesisir Karangasem, porter Pantai Tulamben merasakan peningkatan aktivitas ketika turis berdatangan untuk melakukan diving.
Sejak pagi, para pramuantar sudah bersiap menyambut kendaraan yang membawa wisatawan. Mereka membantu mengangkut perlengkapan menyelam menuju bibir pantai, mulai dari tabung oksigen, pakaian khusus, hingga peralatan pendukung lainnya.
Aktivitas tersebut terlihat semakin padat ketika memasuki musim ramai wisatawan atau high season. Bagi para porter, banyaknya wisatawan berarti peluang mendapatkan penghasilan tambahan.
Tidak Ada Rebutan Wisatawan
Meski jumlah turis meningkat, para porter tidak terlihat saling berebut pekerjaan. Masing-masing pramuantar sudah memiliki perusahaan atau operator diving yang menjadi mitra mereka.
Ada sekitar empat kelompok pramuantar yang beraktivitas di kawasan tersebut. Mayoritas pekerjanya merupakan perempuan dan mereka mudah dikenali melalui seragam biru berlengan panjang dengan tulisan “Tulamben Porter”.
Penghasilan Bergantung pada Jumlah Wisatawan
Besarnya penghasilan para porter sangat bergantung pada kondisi kunjungan wisatawan setiap hari. Ketika kawasan sedang ramai, pendapatan mereka dapat meningkat cukup signifikan.
Ni Kadek Mustini, salah seorang pramuantar, mengatakan penghasilan biasanya berada di kisaran Rp105 ribu sehari ketika wisatawan ramai. Dalam kondisi yang jauh lebih padat, pendapatannya bahkan dapat mencapai sekitar Rp225 ribu per hari.
Sebaliknya, ketika kunjungan wisatawan menurun, pemasukan bisa ikut anjlok. Para porter terkadang hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu dalam sehari.
Upah Sekali Angkut Rp15 Ribu
Pendapatan tersebut diperoleh berdasarkan jumlah perlengkapan yang mereka angkut. Setiap satu kali membawa peralatan diving, porter mendapatkan bayaran sekitar Rp15 ribu.
Artinya, semakin banyak wisatawan yang datang dan menggunakan jasa mereka, semakin besar pula peluang memperoleh penghasilan. Kondisi ini membuat musim ramai menjadi periode yang sangat dinantikan oleh para pekerja lokal.
Saat Pantai Sepi, Penghasilan Ikut Menurun
Bagi Ni Nengah Jesani dan pekerja lainnya, menjadi pramuantar memiliki sisi menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Mereka tentu merasa terbantu ketika wisatawan memenuhi kawasan Tulamben karena aktivitas pekerjaan menjadi lebih banyak.
Namun, keadaan berubah ketika jumlah turis menurun. Perusahaan yang menjadi mitra mereka juga bisa mendapatkan lebih sedikit wisatawan sehingga pekerjaan mengangkut peralatan otomatis berkurang.
Dalam kondisi tertentu, para pekerja bahkan tidak mendapatkan penghasilan. Situasi tersebut membuat pekerjaan mereka sangat bergantung pada kondisi pariwisata dan jumlah wisatawan yang berkunjung.
Bekerja Sejak Pagi
Para pekerja tidak hanya datang ketika wisatawan mulai berdatangan. Mereka biasanya sudah berada di kawasan pantai sejak pagi untuk mempersiapkan lingkungan kerja.
Sebelum aktivitas diving dimulai, mereka juga ikut membersihkan sampah yang berada di sekitar pantai. Setelah seluruh kegiatan selesai, mereka biasanya baru meninggalkan kawasan tersebut pada sore hari.
Harapan mereka sederhana, yakni kunjungan wisatawan terus terjaga sehingga pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan utama tetap tersedia.
Baca Juga Artikel:
Slot Multiplier Terbesar dan Cara Kerja Fiturnya
High Season Jadi Masa yang Dinantikan
Kepala Desa Tulamben, I Nyoman Pica, mengatakan meningkatnya kunjungan wisatawan memberikan manfaat bagi banyak pelaku ekonomi lokal. Tidak hanya porter Pantai Tulamben, pemandu diving, sopir, pedagang, serta pelaku usaha lainnya ikut merasakan dampaknya.
Menurutnya, kunjungan wisatawan biasanya meningkat pada pertengahan tahun. Cuaca yang bersahabat juga membuat wisatawan lebih nyaman melakukan aktivitas di laut.
Kondisi tersebut berbeda ketika musim hujan tiba. Jumlah wisatawan umumnya mengalami penurunan sehingga aktivitas ekonomi yang bergantung pada pariwisata ikut terdampak.
Kondisi Laut Turut Menentukan
Jumlah wisatawan yang datang untuk diving ternyata tidak hanya dipengaruhi musim. Kondisi laut juga menjadi faktor penting yang menentukan apakah aktivitas menyelam dapat dilakukan dengan nyaman.
Sekitar dua minggu sebelum kondisi ramai tersebut, kunjungan wisatawan sempat menurun karena air laut keruh dan ombak cukup besar. Keadaan seperti itu membuat aktivitas diving menjadi kurang ideal.
Karena itu, ramainya porter Pantai Tulamben saat ini tidak bisa dilepaskan dari kombinasi antara high season, cuaca yang mendukung, serta kondisi laut yang relatif bersahabat.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan wisatawan bukan sekadar menghadirkan keramaian di kawasan pantai. Kunjungan tersebut juga membuka kesempatan bagi berbagai pekerja lokal untuk mendapatkan penghasilan.
Selama destinasi tetap terjaga dan kondisi wisata mendukung, para pramuantar berharap Tulamben terus menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin menikmati pesona bawah laut Bali.