Sebuah kalung berlian Ratu Mesir yang memiliki nilai sejarah sekaligus finansial fantastis dilaporkan hilang dari Museum Seni Terapan atau Museum für Angewandte Kunst (MAK) di Wina, Austria. Perhiasan bersejarah tersebut diketahui dihiasi ratusan berlian dan menjadi salah satu benda utama dalam pameran perhiasan yang sedang berlangsung.
Kepolisian Austria kini memburu dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut. Kasus ini menarik perhatian karena aksi dilakukan ketika museum masih buka dan terdapat sejumlah pengunjung di sekitar lokasi.
Etalase Dihancurkan dengan Palu
Menurut informasi yang diberitakan The Guardian, kedua tersangka masuk ke museum menggunakan tiket pameran seperti pengunjung biasa. Saat berada di area pameran, mereka diduga menghancurkan etalase kaca menggunakan palu.
Setelah mengambil perhiasan, keduanya segera meninggalkan museum dan melarikan diri ke arah yang belum diketahui. Polisi kemudian menyebarkan foto tersangka yang terekam kamera keamanan. Dalam rekaman tersebut, wajah keduanya terlihat tanpa penutup.
Polisi Austria Kejar Dua Tersangka
Pihak kepolisian Wina langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan pencurian. Sejumlah petugas dikerahkan ke berbagai kawasan pusat kota untuk menemukan jejak pelaku.
Anjing pelacak juga digunakan dalam proses pencarian. Penyelidik menduga pencurian tersebut bukan aksi spontan, melainkan kemungkinan dilakukan berdasarkan pesanan pihak tertentu.
Tidak Ada Korban dalam Peristiwa
Meski terjadi perusakan etalase dan pencurian benda berharga, tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Beberapa saksi diketahui berada di ruangan ketika aksi berlangsung.
MAK kemudian mengambil langkah pengamanan dan menutup sementara pameran yang menjadi lokasi pencurian. Tur berpemandu yang sebelumnya dijadwalkan pada Jumat sore juga dibatalkan.
Baca Juga Artikel:
Provider Slot dengan RTP Live Paling Stabil
Perhiasan Bersejarah Milik Keluarga Kerajaan Mesir
Nilai perhiasan tersebut bukan hanya berasal dari jumlah berlian yang menghiasinya. Kalung berlian Ratu Mesir itu mempunyai latar belakang sejarah yang membuatnya menjadi benda koleksi bernilai tinggi.
Berdasarkan dokumentasi pameran, kalung tersebut pernah dimiliki Permaisuri Nazli dari Mesir. Ia diketahui mengenakan perhiasan itu ketika menghadiri pernikahan putrinya, Fawzia, dengan Mohammad Reza Pahlavi pada 1939.
Mohammad Reza Pahlavi kemudian menjadi Shah Iran. Sejarah kepemilikan tersebut membuat kalung ini memiliki hubungan erat dengan perjalanan keluarga kerajaan Mesir dan Iran pada masa tersebut.
Pernah Terjual Puluhan Miliar Rupiah
Perhiasan tersebut sebelumnya pernah dilelang melalui Sotheby’s di New York pada 2015. Saat itu, kalung tersebut terjual dengan harga sekitar US$4,3 juta atau setara kurang lebih Rp71 miliar berdasarkan nilai yang disebutkan dalam laporan.
Harga fantastis itu menunjukkan betapa tinggi nilai benda tersebut di pasar koleksi perhiasan bersejarah.
Bagian dari Pameran Van Cleef & Arpels
Kalung tersebut dipamerkan sebagai bagian dari pameran yang menghadirkan koleksi perhiasan dari rumah mode asal Paris, Van Cleef & Arpels.
Pameran itu menampilkan ratusan karya yang menggambarkan perjalanan sekitar 120 tahun sejarah rumah perhiasan tersebut. Koleksinya mencakup benda-benda unik dan relatif jarang diperlihatkan kepada publik.
MAK menyebut pameran tersebut menghadirkan lebih dari 300 karya yang berkaitan dengan sejarah Van Cleef & Arpels serta koleksi warisannya. Karena itu, hilangnya salah satu perhiasan utama menjadi pukulan serius bagi penyelenggara.
Pameran Ditutup Sementara
Semula, pameran dijadwalkan berlangsung hingga 27 September. Namun, pencurian tersebut membuat pihak museum mengambil keputusan untuk menutup pameran sementara waktu.
Penutupan dilakukan sebagai bagian dari penanganan kejadian sekaligus evaluasi keamanan. Kepolisian Austria juga masih melakukan penyelidikan untuk menemukan tersangka dan melacak keberadaan perhiasan yang hilang.
Kasus kalung berlian Ratu Mesir tersebut menjadi perhatian bukan hanya karena nilainya yang mencapai puluhan miliar rupiah, tetapi juga karena sejarah panjang yang melekat pada benda tersebut.
Bagi museum, kehilangan benda bersejarah seperti ini tentu bukan sekadar persoalan harga. Setiap perhiasan memiliki cerita, asal-usul, dan jejak sejarah yang membuatnya sulit digantikan apabila tidak berhasil ditemukan kembali.