Jakarta – Kabar baik bagi wisatawan yang sudah menantikan perjalanan ke Jawa Timur. Wisata Bromo dibuka kembali setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melakukan peninjauan terhadap kondisi kawasan pascakebakaran. Pembukaan ini dilakukan setelah aspek keselamatan, daya dukung lingkungan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bahan pertimbangan.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Pengumuman Nomor PG.25/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026 tentang Pembukaan Kembali Kawasan Wisata Bromo. Dengan keputusan itu, wisatawan kembali dapat memasuki kawasan sesuai ketentuan dan jadwal kunjungan yang berlaku.
Kawasan Bromo Kembali Menerima Wisatawan
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan bahwa wisatawan yang sudah memiliki tiket untuk periode 19-30 September 2026 dapat tetap menggunakan tiket tersebut sesuai tanggal kunjungan yang tercantum.
Tiket Tidak Perlu Dibeli Ulang
Wisatawan yang telah memegang tiket tidak perlu melakukan pembelian kembali. Namun, tiket tersebut tidak dapat dijadwalkan ulang atau diajukan untuk pengembalian dana.
Ketentuan ini memberikan kepastian bagi pengunjung yang sebelumnya sudah merencanakan perjalanan ke kawasan Gunung Bromo. Mereka dapat kembali melakukan kunjungan sesuai jadwal yang telah tertera pada tiket.
Ratusan Transaksi Terdampak Penutupan
Sebelum kawasan kembali dibuka, penutupan akibat kebakaran membuat sejumlah wisatawan harus mengubah rencana perjalanan. Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, terdapat sekitar 200 transaksi per kelompok wisata yang mengajukan refund tiket maupun perubahan jadwal.
Kunjungan 12-18 September Sempat Batal
Para wisatawan tersebut sebelumnya merencanakan perjalanan ke Gunung Bromo pada 12-18 September 2026. Namun, rencana itu harus dibatalkan karena kawasan wisata ditutup sementara setelah terjadi peristiwa kebakaran.
Setiap kelompok wisata rata-rata terdiri dari empat hingga enam orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penutupan kawasan turut memengaruhi perjalanan wisatawan yang telah membuat rencana jauh sebelumnya.
Baca Juga Artikel:
Warna Kamar Tidur untuk Suasana Lebih Tenang
Ribuan Wisatawan Diperkirakan Berkunjung
Setelah pembukaan kembali, minat wisatawan untuk datang ke Bromo diperkirakan tetap tinggi. TNBTS memperkirakan sebanyak 2.429 orang akan mengunjungi kawasan tersebut selama periode 19-30 September 2026.
Kuota Harian Masih Tersedia
Jumlah tersebut masih berada di bawah kuota kunjungan yang ditetapkan. Kapasitas kunjungan harian kawasan Bromo mencapai 2.752 orang.
Dengan adanya pembukaan kembali, wisatawan dapat kembali menikmati panorama kawasan Bromo dengan tetap mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pengelola. Pengaturan jumlah pengunjung juga menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi kawasan wisata.
Pengunjung Diminta Tidak Memicu Kebakaran
Meski wisata Bromo dibuka kembali, pengunjung tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengalaman penutupan sebelumnya menjadi pengingat bahwa aktivitas kecil yang dilakukan wisatawan dapat berisiko terhadap lingkungan, terutama ketika berpotensi memicu kebakaran.
Dilarang Membuat Api Sembarangan
Rudijanta mengimbau wisatawan tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran. Pengunjung diminta tidak membuat perapian sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di kawasan taman nasional.
Wisatawan juga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan asap, bara, titik api, atau kondisi lain yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Pembukaan Harus Diikuti Tanggung Jawab
Wisata Bromo dibuka kembali bukan berarti pengunjung dapat mengabaikan aturan keselamatan. Kawasan taman nasional memiliki kondisi lingkungan yang perlu dijaga bersama, terutama setelah sebelumnya terjadi kebakaran.
Wisatawan diharapkan mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan. Kepatuhan terhadap aturan tidak hanya membantu menjaga keselamatan pengunjung, tetapi juga melindungi lingkungan dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata.
Bagi wisatawan yang telah memiliki tiket periode 19-30 September 2026, pembukaan kembali ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan rencana perjalanan. Namun, setiap pengunjung tetap perlu menjaga perilaku selama berada di kawasan.
Pada akhirnya, wisata Bromo dibuka kembali dengan harapan aktivitas pariwisata dapat berjalan aman dan tertib. Menjaga kawasan dari potensi kebakaran menjadi tanggung jawab bersama agar destinasi ini tetap dapat dinikmati oleh wisatawan pada masa mendatang.