Istanbul – Penerbangan Iran ke Turki terancam kembali mengalami pembatasan setelah muncul informasi bahwa seluruh penerbangan maskapai Iran menuju dan dari Turki diperkirakan dihentikan pada awal Oktober 2026. Namun, hingga laporan terbaru, pemerintah Turki belum mengumumkan keputusan resmi mengenai penghentian tersebut.
Informasi mengenai kemungkinan penghentian itu disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui situasi penerbangan Iran kepada Türkiye Today. Salah satu sumber yang memiliki hubungan dekat dengan industri penerbangan Iran juga mengonfirmasi adanya rencana tersebut. Meski demikian, penerbangan tertentu masih tercatat beroperasi dan otoritas Turki belum mengeluarkan pengumuman final.
Turki Masih Menjadi Jalur Penting bagi Maskapai Iran
Di tengah semakin banyak negara kawasan yang membatasi akses maskapai Iran, Turki masih menjadi salah satu tujuan regional yang tetap memiliki layanan penerbangan Iran.
Sebelumnya, Azerbaijan, Georgia, Irak, Oman, dan Uni Emirat Arab telah mengambil langkah pembatasan terhadap penerbangan maskapai Iran. Kondisi tersebut membuat pilihan rute internasional bagi maskapai Iran semakin terbatas.
Mahan Air Sudah Menghentikan Layanan
Mahan Air, salah satu maskapai swasta terbesar Iran, sebelumnya telah menghentikan penerbangan menuju Turki setelah mendapat permintaan dari otoritas Turki. Penghentian tersebut dilakukan sejak 21 September di tengah meningkatnya risiko sanksi Amerika Serikat terhadap sektor penerbangan Iran.
Meski Mahan Air berhenti melayani rute tersebut, koneksi udara antara Iran dan Turki masih berlanjut melalui Iran Air dan beberapa maskapai Iran lainnya.
Penerbangan Iran Masih Tercatat Beroperasi
Situs resmi bandara di Teheran dan Istanbul masih mencatat adanya sejumlah penerbangan antara kedua negara. Agence France-Presse juga sebelumnya melaporkan bahwa penerbangan Iran-Turki masih berlangsung beberapa kali dalam sehari.
Kantor Berita Tasnim Iran turut melaporkan bahwa penerbangan menuju Istanbul tetap berjalan sesuai jadwal dengan mengutip pejabat penerbangan sipil Iran.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerbangan Iran ke Turki belum sepenuhnya dihentikan hingga saat ini, meskipun kemungkinan perubahan pada awal Oktober sedang menjadi perhatian.
Baca Juga Artikel:
Tips Memilih Meja Makan Sesuai Ukuran Ruangan
Keputusan Resmi Belum Diumumkan
Penting untuk membedakan antara informasi mengenai rencana penghentian dan keputusan resmi. Hingga laporan terbaru, otoritas Turki belum mengumumkan bahwa seluruh penerbangan maskapai Iran akan dihentikan pada awal Oktober.
Karena itu, jadwal yang muncul di sistem maskapai atau bandara masih dapat berubah apabila kebijakan baru benar-benar diberlakukan.
Tekanan Sanksi AS Makin Meluas
Situasi ini tidak terlepas dari kebijakan Amerika Serikat terhadap industri penerbangan Iran. Washington sebelumnya memberlakukan sanksi terhadap sejumlah entitas yang disebut mendukung sektor penerbangan Iran.
Pada 8 September, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap 36 target yang berkaitan dengan industri penerbangan Iran. Washington kemudian menekan perusahaan dan fasilitas di negara lain agar tidak menyediakan layanan tertentu kepada maskapai Iran karena adanya risiko sanksi sekunder.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan tekanan tersebut telah mendorong sejumlah negara menghentikan atau membatasi layanan maskapai Iran. Turki dan Oman, misalnya, disebut telah menghentikan penerbangan Mahan Air, sementara UEA menghentikan seluruh penerbangan maskapai Iran.
Dampak Mulai Terasa di Jaringan Penerbangan Iran
Pembatasan dari berbagai negara membuat jaringan penerbangan internasional Iran semakin menyempit. Irak sebelumnya menghentikan penerbangan maskapai Iran di sejumlah bandara, meskipun kemudian memperoleh pengecualian terbatas dari Amerika Serikat untuk rute tertentu menuju Najaf.
Turkmenistan juga sempat menolak akses wilayah udaranya terhadap maskapai Iran sehingga penerbangan Teheran-Dushanbe harus kembali ke Iran. Di sisi lain, sejumlah rute menuju China, Rusia, Afghanistan, Armenia, Belarus, Malaysia, Pakistan, dan Tajikistan masih dilaporkan tersedia.
Iran Berikan Peringatan kepada Negara Tetangga
Pejabat Iran sebelumnya memperingatkan negara-negara yang menghentikan akses bagi pesawat Iran. Sekretaris Dewan Mohsen Rezaei mengatakan pada 23 September bahwa pembatasan terhadap pesawat Iran dapat memicu tindakan timbal balik terhadap bandara negara yang menerapkan larangan.
Sementara itu, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Mohammad Mokhber, menyampaikan pesan serupa melalui X dengan menekankan bahwa akses perjalanan udara di kawasan seharusnya berlaku secara timbal balik.
Untuk saat ini, nasib penerbangan Iran ke Turki masih menunggu kepastian dari otoritas Turki. Jika keputusan penghentian benar-benar diberlakukan pada awal Oktober, akses udara antara kedua negara akan semakin terbatas setelah sebelumnya Mahan Air menghentikan layanannya.