Kemunculan hiu di kanal Busan berubah menjadi kejadian yang sama sekali tidak terduga. Seekor hiu sepanjang sekitar 3,5 meter yang masuk ke saluran air buatan di kawasan pelabuhan Busan, Korea Selatan, justru menjadi pusat perhatian warga hingga membawa dampak ekonomi bagi bisnis di sekitarnya.
Hiu yang kemudian mendapat julukan Bukhangi itu diduga merupakan bull shark. Bukannya segera kembali ke laut, hewan tersebut justru bertahan di kanal dan membuat banyak orang penasaran untuk melihatnya secara langsung.
Bukhangi Bertahan di Kanal Buatan Busan
Bukhangi pertama kali menarik perhatian setelah terlihat di saluran air buatan kawasan pelabuhan Busan pada September. Keberadaannya cukup mengejutkan karena hiu jenis tersebut lebih umum hidup di wilayah tropis dan subtropis.
Petugas penjaga pantai kemudian berusaha membantu mengarahkan hiu menuju laut. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah menyemprotkan air agar Bukhangi bergerak keluar dari kanal.
Namun, upaya tersebut belum langsung berhasil. Bukhangi tetap bertahan sehingga keberadaannya semakin menarik perhatian masyarakat.
Warga Berdatangan Melihat Bukhangi
Kabar tentang hiu di kanal Busan dengan cepat menyebar. Warga mulai datang ke sekitar lokasi karena penasaran ingin menyaksikan hewan laut tersebut dari dekat.
Popularitas Bukhangi kemudian berkembang di media sosial. Foto, video, dan cerita mengenai keberadaannya terus beredar sehingga perhatian publik tidak lagi terbatas pada masyarakat Busan.
Fenomena tersebut akhirnya menciptakan efek yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Bukhangi berubah dari hewan yang tersesat menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan.
Kehadiran Hiu Ikut Menggerakkan Bisnis Lokal
Keramaian warga ternyata membawa dampak bagi aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Salah satu produk yang ikut mendapat perhatian adalah es krim berbentuk hiu yang tersedia di sejumlah minimarket.
Penjualan produk tersebut dilaporkan meningkat hampir 30 persen. Dengan demikian, fenomena Bukhangi tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga menciptakan peluang bagi beberapa pedagang.
Wali Kota Busan Chun Jae-soo bahkan melihat fenomena tersebut sebagai promosi yang menguntungkan kota. Ia menyampaikan apresiasi kepada Bukhangi karena perhatian publik yang muncul dinilai memiliki nilai promosi sangat besar.
Popularitas itu kemudian membawa Bukhangi mendapatkan status yang lebih unik. Hiu tersebut terpilih sebagai duta humas kehormatan Busan setelah memperoleh dukungan sekitar 91 persen dalam pemungutan suara.
Popularitas Bukhangi Sampai Menyentuh Pasar Saham
Efek fenomena hiu di kanal Busan ternyata tidak berhenti pada pedagang lokal. Perhatian publik juga sempat dikaitkan dengan pergerakan saham The Pinkfong Company.
Perusahaan yang dikenal melalui lagu populer Baby Shark tersebut dilaporkan mengalami kenaikan harga saham lebih dari 7 persen ketika kabar mengenai Bukhangi sedang ramai. Meski begitu, pergerakan harga saham dapat dipengaruhi banyak faktor sehingga kemunculan hiu tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya penyebab.
Fenomena ini tetap menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap Bukhangi. Seekor hiu yang awalnya hanya tersesat akhirnya menjadi bagian dari percakapan masyarakat, bisnis, hingga media.
Baca Juga Artikel:
Menata Ruang Makan agar Nyaman untuk Keluarga
Mengapa Bull Shark Bisa Muncul di Busan?
Kemunculan bull shark di wilayah Korea Selatan tergolong tidak biasa. Profesor Kim Jin-koo dari Pukyong National University juga menyebut keberadaan hiu tersebut di kawasan itu sebagai kejadian yang sangat tidak umum.
Salah satu kemungkinan yang ia sampaikan berkaitan dengan meningkatnya suhu perairan di sekitar Korea Selatan. Kondisi air yang lebih hangat dapat membuat beberapa spesies laut bergerak mendekati wilayah yang sebelumnya jarang mereka datangi.
Namun, pengamatan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memahami penyebab kemunculan Bukhangi. Satu kejadian juga belum cukup untuk menunjukkan perubahan pola keberadaan bull shark secara luas di perairan Korea Selatan.
Informasi Keliru Ikut Menyebar di Media Sosial
Popularitas Bukhangi juga memunculkan informasi yang belum terbukti. Beberapa hari setelah kemunculannya, media sosial diramaikan oleh klaim mengenai hiu kedua di kawasan tersebut.
Sebagian warganet bahkan menganggap hiu itu sebagai anak Bukhangi. Kemudian, muncul pula gambar buatan AI yang seolah memperlihatkan kedua hewan tersebut berada di lokasi yang sama.
Pejabat dari divisi kebijakan taman Kota Busan membantah kabar itu. Menurut keterangan mereka, belum ada hiu lain yang terlihat setelah kemunculan Bukhangi.
Karena itu, masyarakat perlu membedakan dokumentasi asli dan konten buatan ketika mengikuti peristiwa viral. Gambar yang terlihat meyakinkan belum tentu menunjukkan kejadian sebenarnya.
Dari Hiu Tersesat Menjadi Selebritas Lokal
Pihak berwenang tetap berupaya memindahkan Bukhangi agar hewan tersebut dapat kembali ke habitat yang lebih sesuai. Meski demikian, perjalanannya sudah telanjur meninggalkan cerita unik bagi masyarakat Busan.
Kisah hiu di kanal Busan juga menambah daftar hewan yang mendadak menjadi perhatian besar di Korea Selatan. Sebelumnya, seekor anak serigala bernama Neukgu sempat menjadi sorotan setelah kabur dari kebun binatang dan berkeliaran selama sembilan hari sebelum ditemukan kembali.
Bukhangi menunjukkan bagaimana sebuah kejadian alam yang tidak direncanakan dapat berkembang menjadi fenomena sosial. Dari kerumunan warga dan produk bertema hiu hingga status duta kehormatan, keberadaannya membuat kanal buatan di Busan mendadak mendapat sorotan luas.