London – Sejumlah penerbangan di berbagai negara Eropa mengalami gangguan setelah menerima laporan ancaman bom pada Selasa, 3 November 2026. Insiden tersebut memaksa otoritas penerbangan meningkatkan pengamanan, bahkan mengerahkan jet tempur untuk mengawal salah satu pesawat penumpang.
Mengutip laporan Al Jazeera, sedikitnya tujuh penerbangan dan satu kapal pesiar yang menuju Israel menjadi sasaran ancaman. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, seluruh pesawat berhasil mendarat dengan selamat. Petugas juga tidak menemukan bahan peledak dalam pemeriksaan yang mereka lakukan.
Beberapa maskapai yang terdampak meliputi Ryanair, Wizz Air, Scandinavian Airlines (SAS), dan LOT Polish Airlines. Dari seluruh laporan tersebut, Ryanair mencatat gangguan terbanyak dengan empat penerbangan yang menerima ancaman.
Dua Penerbangan di Polandia Jalani Pemeriksaan Keamanan
Gangguan penerbangan terjadi di Polandia ketika dua pesawat yang menuju Warsawa mendapat peringatan ancaman bom.
Penerbangan SAS SK751 dari Kopenhagen berhasil mendarat seperti biasa di Bandara Chopin Warsawa. Meski tidak melakukan pendaratan darurat, petugas sempat menutup salah satu landasan pacu untuk menjalankan pemeriksaan keamanan.
Juru bicara SAS, Alexandra Lindgren Kaoukji, menjelaskan kepada kantor berita Polandia, PAP, bahwa penumpang dapat turun setelah pesawat mendarat secara normal. Pihak maskapai kemudian menyerahkan penanganan laporan ancaman kepada kepolisian setempat.
Sementara itu, penerbangan LOT Polish Airlines dari Bandara Heathrow, London, harus mengubah tujuan pendaratannya. Pesawat Boeing 737 Max tersebut akhirnya menuju Bandara Modlin, bukan Bandara Chopin seperti jadwal semula.
Otoritas Bandara Modlin sempat menghentikan kegiatan operasional selama proses pemeriksaan berlangsung. Namun, petugas tidak menemukan barang berbahaya sehingga bandara kembali melayani penerbangan.
Italia Kerahkan Jet Tempur untuk Mengawal Pesawat Ryanair
Situasi serupa terjadi di Italia. Angkatan Udara Italia mengirimkan dua jet tempur Eurofighter untuk mendampingi penerbangan Ryanair FR9611 dari Dublin menuju Roma.
Pesawat penumpang tersebut akhirnya tiba di Bandara Fiumicino sekitar pukul 10.45 waktu setempat. Pengerahan jet tempur menjadi bagian dari respons keamanan setelah otoritas menerima informasi mengenai dugaan ancaman di dalam pesawat.
Penerbangan Ryanair lainnya dari Lisbon juga mendapat perhatian khusus setelah tiba di bandara yang sama sekitar pukul 09.40 waktu setempat.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kabin, penumpang, dan barang bawaan. Hasilnya tidak menunjukkan keberadaan benda mencurigakan sehingga pihak bandara menghentikan status siaga keamanan.
Ancaman Meluas hingga Spanyol dan Bulgaria
Di Spanyol, operator bandara Aena mengaktifkan prosedur keamanan setelah memperoleh laporan ancaman terhadap penerbangan Ryanair dari Manchester.
Pesawat tersebut mendarat di Murcia sekitar pukul 10.30 waktu setempat tanpa mengalami gangguan selama proses pendaratan.
Sementara itu, otoritas Bulgaria menerima laporan serupa yang melibatkan dua penerbangan internasional. Salah satunya adalah pesawat Wizz Air dari Bergamo, Italia, yang menjalani pemeriksaan setelah tiba di Sofia.
Penerbangan Ryanair dari Dublin menuju Sofia juga mendapat peringatan ancaman bom. Namun, pemeriksaan keamanan pada kedua pesawat tidak menemukan bahan peledak.
Rentetan kejadian tersebut menyusul insiden sehari sebelumnya yang melibatkan penerbangan Wizz Air dari Bandara Luton, London, menuju Sofia.
Saat masih berada di udara, pesawat menerima ancaman sehingga awak memutuskan mengalihkan penerbangan ke Budapest, Hungaria.
Otoritas pertahanan Hungaria kemudian mengerahkan jet tempur Gripen untuk mengawal pesawat. Pengawalan berlangsung hingga pesawat berhasil mendarat dengan aman.
Baca Juga Artikel:
Taman Minimalis untuk Rumah Kecil: Ide dan Tips Praktis
Polisi Inggris Periksa Sejumlah Laporan Ancaman
Kepolisian Metropolitan London juga menerima informasi mengenai ancaman terhadap empat pesawat yang memiliki jadwal keberangkatan atau kedatangan di Bandara Heathrow pada Selasa tersebut.
Selain Heathrow, laporan tambahan turut melibatkan sebuah penerbangan di Bandara Manchester.
Petugas segera menjalankan pemeriksaan untuk memastikan keamanan penerbangan. Setelah melakukan penanganan awal, kepolisian menyatakan tidak menemukan ancaman keamanan yang nyata.
Pihak berwenang Inggris belum mengungkap informasi lebih jauh mengenai asal laporan atau kemungkinan hubungan antara berbagai ancaman tersebut.
Kapal Pesiar Menuju Israel Ikut Menjadi Sasaran
Gangguan keamanan tidak hanya terjadi di sektor penerbangan. Pada Selasa malam, kapal pesiar Crown Iris berbendera Panama juga menerima ancaman ketika berada di sekitar Pulau Syros, Yunani.
Kapal yang mengangkut sekitar 1.500 penumpang dan awak itu sedang melakukan perjalanan menuju Haifa, Israel.
Penjaga Pantai Yunani kemudian menjalankan prosedur evakuasi dan pemeriksaan keamanan. Namun, petugas tidak menemukan benda berbahaya di kapal tersebut.
Setelah pemeriksaan selesai, kapal diperkirakan dapat kembali melanjutkan pelayaran sesuai rencana.
Motif di Balik Rentetan Ancaman Masih Misterius
Hingga laporan tersebut muncul, belum ada individu ataupun kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas rangkaian ancaman bom di Eropa.
Otoritas keamanan juga belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai pihak yang berada di balik kejadian tersebut.
Insiden ini berlangsung ketika sejumlah negara Eropa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sabotase dan gangguan keamanan yang kerap mereka kaitkan dengan ancaman hibrida.
Sebelumnya, sejumlah pejabat Eropa menuding Rusia dan Iran terlibat dalam berbagai aktivitas gangguan. Namun, kedua negara telah membantah tuduhan tersebut. Belum ada bukti yang menghubungkan keduanya dengan rangkaian ancaman bom ini.
Pada pekan yang sama, laporan mengenai serangan siber terhadap sistem pendingin supermarket di beberapa negara Eropa juga menambah kekhawatiran mengenai keamanan infrastruktur.
Sejumlah pengamat menilai ancaman palsu dapat menimbulkan dampak operasional besar tanpa membutuhkan sumber daya yang rumit. Meski demikian, hubungan antara berbagai kejadian tersebut masih memerlukan penyelidikan.
Rhys Jones, manajer analisis di perusahaan konsultan risiko penerbangan Osprey Flight Solutions, menilai jumlah ancaman yang muncul dalam satu hari tergolong tidak biasa.
Dalam keterangannya kepada Reuters, Jones menjelaskan bahwa tidak adanya kesamaan target berdasarkan negara, maskapai, atau rute mengarah pada kemungkinan upaya menciptakan gangguan penerbangan secara luas.
Meski seluruh pemeriksaan sejauh ini tidak menemukan bahan peledak, otoritas penerbangan tetap harus memperlakukan setiap laporan sebagai potensi ancaman hingga petugas memastikan situasi aman.
Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan bagaimana informasi ancaman yang belum terbukti dapat memicu pengalihan penerbangan, penutupan sementara fasilitas bandara, dan pengerahan aparat keamanan di beberapa negara sekaligus.