Sabah, Malaysia – Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang wisatawan wanita Turis China di sebuah resor mewah kawasan Sabah memasuki babak baru. Seorang petugas keamanan bernama Amir Kahal dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah pengadilan menyatakannya bersalah dalam perkara penerobosan kamar.
Hakim Pengadilan Semporna, Don Stiwin Malanjum, menjatuhkan putusan terhadap Amir pada 7 Oktober 2026. Pria berusia 18 tahun tersebut juga diketahui berstatus sebagai imigran ilegal.
Melansir laporan The Star yang dikutip pada Jumat (30/10/2026), Amir akan diserahkan kepada Departemen Imigrasi Malaysia setelah menyelesaikan masa hukumannya.
Kronologi Pelecehan Turis China di Resor Sabah
Peristiwa ini bermula ketika seorang wisatawan asal China bernama Huang menghabiskan liburannya di sebuah resor di Sabah pada 19 September 2026.
Huang yang saat itu berusia 25 tahun tengah beristirahat di kamar penginapan. Namun, situasi berubah ketika Amir diduga masuk tanpa izin dan melakukan tindakan pelecehan saat korban sedang tertidur.
Menyadari adanya ancaman, Huang berusaha melawan sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dari kamar tersebut.
Korban kemudian mencari tempat berlindung di kawasan semak-semak sekitar resor. Sekitar pukul 03.00 dini hari, ia bersembunyi untuk menghindari pelaku.
Huang harus bertahan selama kurang lebih empat setengah jam sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
Sementara itu, polisi bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Petugas akhirnya menangkap Amir di kawasan resor pada hari yang sama, sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
Area Kamar Korban Tidak Terjangkau Kamera CCTV
Kasus ini turut menyoroti sistem keamanan penginapan tempat Huang menghabiskan liburannya.
Pihak resor mengungkapkan bahwa kamera pengawas atau CCTV tidak mencakup area di luar kamar korban. Akibatnya, tidak ada rekaman yang memperlihatkan pergerakan pelaku ketika mendekati lokasi kejadian.
Kondisi tersebut memunculkan perhatian terhadap pengawasan keamanan di kawasan akomodasi wisata, terutama pada malam hari.
Meski resor memiliki petugas keamanan, kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap akses kamar tamu dan area penginapan.
Baca Juga Artikel:
Slot Deposit QRIS: Mengenal QRIS Dinamis dan Statis
Pemerintah Sabah Perintahkan Pemeriksaan Resor
Insiden yang menimpa Huang mendapat perhatian dari pemerintah negara bagian Sabah.
Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup Sabah, Datuk Jafry Ariffin, meminta otoritas terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap resor tempat kejadian berlangsung.
Melalui pernyataan pada 21 September 2026, Jafry menginstruksikan pemeriksaan terhadap sejumlah aspek operasional penginapan.
Pemeriksaan tersebut mencakup legalitas perizinan, penerapan prosedur keselamatan, serta kelayakan sistem keamanan yang tersedia bagi wisatawan.
Selain itu, pemerintah meminta pihak berwenang berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum apabila menemukan persoalan yang memerlukan tindakan lebih lanjut.
Keselamatan Wisatawan Jadi Perhatian Pemerintah Malaysia
Jafry menegaskan bahwa keamanan wisatawan merupakan tanggung jawab utama seluruh pelaku industri pariwisata di Sabah.
Menurutnya, pengelola hotel dan resor harus memastikan setiap pengunjung mendapatkan perlindungan selama berada di kawasan akomodasi.
Ia juga meminta pengelola segera memperbaiki setiap kelemahan keamanan yang ditemukan melalui pemeriksaan.
Seperti diberitakan Channel News Asia, pemerintah Sabah tidak ingin persoalan keselamatan wisatawan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata setempat.
Perhatian tersebut semakin penting menjelang pelaksanaan program promosi pariwisata Visit Sabah 2027.
Pemerintah berharap seluruh penyedia layanan wisata meningkatkan pengawasan dan menerapkan prosedur keselamatan secara konsisten.
Kasus yang menimpa Huang menjadi pengingat bahwa keamanan pengunjung tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan petugas. Pengawasan area penginapan, pengendalian akses kamar, dan kesiapan menangani keadaan darurat juga perlu mendapat perhatian serius.