Manggarai, NTT – Kunjungan wisata ke Desa Adat Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, akan dibatasi selama pelaksanaan ritual adat Penti pada 15–16 November 2026. Pengelola hanya memperkenankan 40 wisatawan yang telah melakukan pendaftaran sebelumnya untuk mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Pembatasan ini bertujuan menjaga kelancaran upacara adat yang memiliki makna penting bagi masyarakat setempat. Seluruh kuota kunjungan juga telah terisi sehingga wisatawan lain tidak dapat melakukan pendaftaran tambahan untuk periode tersebut.
Ketua Lembaga Pelestari Budaya Wae Rebo, Mikael Tonso, pada Minggu (8/11/2026), mengonfirmasi bahwa kuota 40 wisatawan sudah penuh. Karena itu, kunjungan baru selama penyelenggaraan Penti tidak lagi diterima.
Ritual Penti Menjadi Tradisi Tahunan Masyarakat Wae Rebo
Penti merupakan upacara adat yang masyarakat setempat laksanakan setiap tahun sebagai ungkapan rasa syukur atas kehidupan dan hasil pertanian. Tradisi ini juga menandai perjalanan masyarakat dalam melewati satu siklus kehidupan serta menyambut masa yang akan datang.
Mengacu pada informasi situs Waerebo, masyarakat memaknai Penti sebagai kesempatan untuk merenungkan berbagai peristiwa selama setahun terakhir. Mereka meyakini bahwa kehidupan, pekerjaan, dan hasil usaha merupakan anugerah yang patut disyukuri.
Rangkaian upacaranya melibatkan sejumlah prosesi yang mengikuti aturan adat warisan leluhur. Setiap tahapan memiliki makna tersendiri sehingga masyarakat terus menjaga pelaksanaannya dari generasi ke generasi.
Baca Juga Artikel:
Ukuran Furnitur: Cara Menyesuaikannya dengan Ruangan
Persiapan Upacara Melibatkan Seluruh Warga Kampung
Masyarakat biasanya menggelar ritual Penti pada 16 November. Waktu pelaksanaannya berkaitan dengan berakhirnya musim panen atau persiapan memasuki musim tanam berikutnya.
Meski demikian, tetua adat bersama masyarakat tetap memiliki peran dalam menentukan jadwal berdasarkan kesepakatan dan kebutuhan pelaksanaan tradisi.
Persiapan upacara berlangsung sejak jauh hari. Para tetua adat, laki-laki, perempuan, hingga anak-anak ikut mengambil bagian sesuai peran masing-masing.
Keterlibatan seluruh warga mencerminkan pentingnya Penti dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Manggarai. Tradisi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempertahankan hubungan antargenerasi serta menghormati warisan leluhur.
Wisatawan Perlu Memperhatikan Jadwal Kunjungan
Bagi wisatawan yang berencana mengunjungi kampung adat ini pada pertengahan November, pembatasan tersebut perlu menjadi perhatian sebelum menyusun perjalanan.
Hanya pengunjung yang sudah terdaftar melalui Lembaga Pelestari Budaya setempat yang memperoleh kesempatan mengikuti rangkaian acara Penti tahun ini.
Sementara itu, calon wisatawan yang belum memiliki pendaftaran sebaiknya memilih jadwal kunjungan lain dan memastikan informasi terbaru kepada pihak pengelola.
Dengan menghormati ketentuan kunjungan, wisatawan turut membantu masyarakat menjaga ketertiban dan kekhidmatan ritual adat yang telah berlangsung secara turun-temurun.