Badung – Keributan WNA di Bali kembali menjadi perhatian setelah dua kelompok warga negara asing (WNA) terlibat bentrokan di kawasan Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Aksi saling dorong hingga kontak fisik itu terjadi di tengah keramaian dan sempat membuat warga serta pengguna jalan heboh.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Rabu (23/9/2026). Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu pertikaian. Polisi masih melakukan pengecekan di lokasi untuk mengumpulkan informasi mengenai kejadian tersebut.
Dua Kelompok WNA Terlibat Bentrokan
Keributan bermula ketika dua kelompok WNA terlihat terlibat perselisihan di pinggir Jalan Pantai Berawa. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan perkelahian.
Bentrokan tersebut berlangsung di kawasan yang menjadi salah satu titik aktivitas wisatawan di Bali. Sejumlah warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya melihat situasi dan membantu menghentikan pertikaian.
Sempat Terjadi Kontak Fisik
Dari informasi yang beredar, kedua kelompok tampak saling berhadapan. Salah satu kelompok terlihat mengenakan pakaian berwarna hitam dan abu-abu, sedangkan kelompok lainnya menggunakan kemeja putih dan merah.
Dalam keributan itu, seorang WNA yang mengenakan kaus abu-abu terlihat terjatuh hingga tersungkur di permukaan jalan. Warga kemudian berusaha melerai pihak-pihak yang terlibat agar bentrokan tidak semakin meluas.
Sampai saat ini, belum ada keterangan mengenai apakah terdapat korban luka ataupun kerusakan akibat kejadian tersebut.
Baca Juga Artikel:
Warna Dapur Minimalis untuk Inspirasi Rumah Modern
Polisi Masih Mengecek Lokasi
Pihak kepolisian langsung memberikan perhatian terhadap keributan WNA di Bali tersebut. Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana mengatakan anggotanya masih melakukan pengecekan di lokasi.
“Kami masih cek. Anggota masih turun, nanti kami kabari lagi,” ujar Sukadana, dikutip dari detikBali, Jumat (25/9/2026).
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa polisi masih mengumpulkan informasi sebelum menyampaikan kronologi yang lebih lengkap mengenai penyebab bentrokan.
Masyarakat Diminta Segera Melapor
Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera menghubungi layanan kepolisian apabila menemukan kejadian serupa. Pelaporan secara cepat dinilai penting agar petugas dapat segera datang ke lokasi dan mencegah situasi berkembang menjadi lebih serius.
Sukadana menyebut penanganan kejadian di wilayah tersebut juga dapat dilakukan bersama Linmas, Jagabaya, serta masyarakat sekitar.
Bukan Kali Pertama Terjadi
Peristiwa terbaru tersebut menjadi perhatian karena aksi perkelahian yang melibatkan WNA di kawasan tersebut disebut bukan kejadian pertama. Sebelumnya, kasus serupa juga sempat ditindaklanjuti kepolisian pada Rabu (9/9/2026).
Kemunculan kembali insiden dalam waktu relatif berdekatan membuat situasi keamanan di kawasan wisata tersebut kembali menjadi sorotan. Namun, polisi masih perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah kedua kejadian memiliki hubungan atau merupakan peristiwa yang berbeda.
Penyebab Bentrokan Belum Terungkap
Hingga kini, penyebab keributan WNA di Bali di Pantai Berawa belum diketahui. Belum ada informasi resmi mengenai persoalan yang melatarbelakangi pertikaian maupun identitas lengkap orang-orang yang terlibat.
Polisi masih menangani kejadian tersebut dan melakukan pengecekan terhadap informasi yang beredar. Karena itu, kesimpulan mengenai pemicu bentrokan belum dapat ditarik sebelum proses pemeriksaan selesai.
Kawasan Pantai Berawa sendiri merupakan area yang ramai dengan aktivitas wisatawan, warga lokal, serta pengguna jalan. Kejadian yang berlangsung di ruang publik dapat dengan cepat menarik perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Bagi warga maupun wisatawan yang menyaksikan perselisihan, polisi mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan dan segera meminta bantuan petugas daripada ikut terlibat dalam konflik.
Untuk sementara, keributan WNA di Bali tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Informasi lebih lanjut mengenai pemicu, pihak yang terlibat, serta kemungkinan adanya korban masih menunggu hasil pengecekan dan penyelidikan di lapangan.