Persaingan menjadi destinasi wisata paling populer di dunia mulai memasuki babak baru. Pariwisata Spanyol diprediksi mampu menggeser Prancis dari posisi teratas dalam jumlah kunjungan wisatawan internasional pada 2040. Negeri Matador diperkirakan dapat menerima sekitar 110 juta wisatawan setiap tahun, sedikit lebih tinggi dibandingkan proyeksi Prancis yang berada di angka 105 juta.
Prediksi tersebut berasal dari studi bersama Deloitte dan Google yang melihat perkembangan perjalanan internasional dalam beberapa tahun mendatang. Jika tren pertumbuhan terus berlanjut, posisi Spanyol di peta pariwisata dunia berpotensi semakin kuat.
Spanyol Makin Dekat dengan Posisi Teratas
Selama bertahun-tahun, Prancis dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah wisatawan internasional terbanyak di dunia. Paris, Menara Eiffel, kawasan perkebunan anggur, kastil di Lembah Loire, hingga pantai di wilayah selatan menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai negara.
Namun, pertumbuhan kunjungan ke Spanyol membuat persaingan semakin ketat. Pada 2023, Spanyol menerima sekitar 84 juta wisatawan internasional.
Jumlah Wisatawan Terus Bertambah
Data Institut Statistik Nasional Spanyol menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara mencapai sekitar 97 juta orang pada 2025. Angka tersebut memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan hanya dalam waktu dua tahun.
Para wisatawan yang datang juga memberikan kontribusi ekonomi besar. Pada 2025, pengeluaran wisatawan internasional di Spanyol mencapai sekitar 135 miliar euro.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pariwisata Spanyol dinilai memiliki peluang besar untuk mengejar bahkan melampaui Prancis dalam dua dekade mendatang.
Prancis Masih Menjadi Pemimpin Saat Ini
Meski Spanyol berkembang pesat, Prancis belum kehilangan statusnya sebagai salah satu negara wisata terbesar dunia. Pada 2025, Prancis menerima sekitar 102 juta wisatawan internasional.
Jumlah tersebut meningkat dari sekitar 100 juta wisatawan pada 2024. Tahun tersebut juga menjadi periode istimewa bagi Prancis karena Paris menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade.
Akses Prancis Terus Diperkuat
Daya tarik Prancis juga didukung konektivitas transportasi yang semakin berkembang. Salah satunya adalah rencana Trenitalia untuk membuka layanan kereta langsung London-Paris pada 2029.
Kehadiran layanan baru tersebut diproyeksikan menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan Eropa. Persaingan dengan layanan Eurostar juga dapat membuat akses menuju ibu kota Prancis semakin kompetitif.
Meski demikian, pertumbuhan Spanyol menunjukkan bahwa kemudahan akses saja bukan satu-satunya faktor yang menentukan popularitas sebuah negara wisata.
Apa yang Membuat Spanyol Semakin Populer?
Spanyol memiliki kombinasi daya tarik yang membuatnya diminati wisatawan dari berbagai negara. Cuaca cerah menjadi salah satu keunggulan utama, dengan sejumlah wilayah menikmati sekitar 300 hari cerah dalam setahun.
Selain itu, biaya penerbangan ke beberapa kota Spanyol relatif kompetitif. Negara tersebut juga menawarkan musim dingin yang cenderung lebih hangat dibandingkan sejumlah wilayah Eropa bagian utara.
Baca Juga Artikel:
Slot Deposit E-Wallet Aman dan Cepat untuk Transaksi
Banyak Kota Menawarkan Pengalaman Berbeda
Keunggulan Spanyol tidak hanya terpusat pada satu kota. Madrid menawarkan perpaduan budaya, sejarah, kuliner, dan kehidupan perkotaan.
Barcelona memiliki arsitektur khas dan kawasan pesisir yang populer. Sementara itu, Cordoba dan Sevilla menghadirkan warisan sejarah yang kuat dengan pengaruh budaya yang telah berkembang selama berabad-abad.
Keberagaman destinasi tersebut membuat wisatawan memiliki banyak alasan untuk mengunjungi Spanyol lebih dari sekali.
Piala Dunia 2030 Bisa Menjadi Pengungkit
Faktor olahraga juga berpotensi meningkatkan popularitas Spanyol. Negara tersebut akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Portugal dan Maroko.
Ajang olahraga berskala global tersebut berpotensi mendatangkan jutaan pengunjung sekaligus memperkenalkan berbagai kota di Spanyol kepada penonton dari seluruh dunia.
Momentum tersebut dapat memberikan dorongan tambahan bagi pariwisata Spanyol, terutama melalui peningkatan konektivitas, akomodasi, serta promosi destinasi yang menjadi lokasi pertandingan.
Pertumbuhan Wisatawan Juga Membawa Tantangan
Di balik pertumbuhan jumlah kunjungan, Spanyol menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Beberapa wilayah mulai merasakan dampak overtourism atau kelebihan jumlah wisatawan.
Barcelona, Kepulauan Balearic, dan Kepulauan Canary termasuk kawasan yang menghadapi tekanan tersebut. Kepadatan wisatawan dapat memengaruhi layanan publik, harga akomodasi, serta kenyamanan masyarakat lokal.
Sejumlah Wilayah Mulai Memperketat Aturan
Kondisi tersebut mendorong sejumlah pemerintah daerah mengambil langkah untuk mengendalikan dampak pariwisata. Aturan mengenai akomodasi, jumlah pengunjung, dan aktivitas wisata mulai menjadi perhatian.
Situasi ini menunjukkan bahwa menjadi destinasi wisata terpopuler bukan hanya tentang mengejar jumlah wisatawan. Pengelolaan yang berkelanjutan juga diperlukan agar pertumbuhan sektor wisata tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat setempat.
Dengan proyeksi sekitar 110 juta wisatawan per tahun pada 2040, pariwisata Spanyol memiliki peluang besar untuk menempati posisi teratas dunia. Namun, kemampuan mengelola lonjakan pengunjung akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah pertumbuhan tersebut benar-benar membawa manfaat jangka panjang.